Detail Berita Utama

MACABRE, MEDIA BELAJAR MENGHITUNG UNTUK SISWA TUNANETRA SLB NEGERI 1 BANTUL HASIL KEMBANGAN MAHASISWA UPY

MACABRE, MEDIA BELAJAR MENGHITUNG UNTUK SISWA TUNANETRA SLB NEGERI  1 BANTUL HASIL KEMBANGAN MAHASISWA UPY

Media pembelajaran matematika siswa tunanetra yang dapat digunakan untuk latihan soal dengan metode permainan belum ada di SLB Negeri 1 Bantul. Padahal, latihan soal berhitung sangat bermanfaat untuk melatih kemampuan matematika siswa tunanetra. Berawal dari masalah tersebut, tiga mahasiswa dari Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) yaitu Afida Vona, Kharisma Safitri Nur Indahsari, dan Erdin Vernanda Sutrisna membuat media untuk latihan soal siswa tunanetra yang diberi nama Mathematics Card Braille (Macabre).

Solusi membuat kartu matematika braille berawal dari mata kuliah strategi pembelajaran matematika yang diikuti oleh kharisma. Pada mata kuliah tersebut, kharisma membuat media kartu untuk siswa umum. Kemudian, setelah ditemukan permasalahan di SLB Negeri 1 Bantul kartu tersebut dikembangkan untuk siswa tunanetra.

Berdasarkan informasi dari guru SLB Negeri 1 Bantul, saat ini peraga matematika bagi anak tunanetra untuk latihan soal masih minim. Pengembangan media belajar bagi anak tunanetra sangat bergantung pada kreatif guru dan kemandirian anak saja. Hal tersebut juga dirasakan oleh Bapak Puji selaku guru siswa tunanetra SLB Negeri 1 Bantul yang merupakan guru penyandang tunanetra. Menurutnya, kartu ini dapat membantu siswa tunanetra dalam melatih kemampuan matematika siswa tunanetra.

Kartu macabre ini terdiri dari kartu pertanyaan dan kartu jawaban. Cara bermainnya, anak mengambil kartu pertanyaan kemudian anak yang lain menjawab pertanyaan yang ada dalam kartu pertanyaan. Sedangkan kartu jawaban, digunakan untuk menjadi pilihan jawaban soal yang sulit. Pada kartu ini terdapat kode-kode braille di box nya sehingga siswa tunanetra dapat menggunakan kartu ini tanpa pendamping.

Menurut Lana (siswa tunanetra kelas 3 SD ), kartu macabre dapat membuat Lana merasa tertantang untuk menggunakan kartu tersebut terus menerus. Kartu tersebut membuatnya merasa bahagia dalam proses pembelajaran matematika.

Program pembuatan kartu macabre ini akan terus berlanjut dikarenakan di SLB Negeri 1 Bantul terdapat ruang produksi untuk membraille-kan serta tersedia bahan-bahan membuat kartu braille. Sehingga, guru-guru SLB Negeri 1 Bantul dapat membuat serta mengembangkan kartu-kartu macabre dengan soal-soal atau materi-materi yang lainnya.

Dibawah arahan dosen Pendidikan matematika UPY, Ibu Siska Candra Ningsih, M.Sc, Penerapan penggunaan macabre sudah dilaksanakan di SLB Negeri 1 Bantul sebanyak 10 kali sejak tanggal 30 April 2019. Menurut siswa-siswa yang sudah bermain menggunakan macabre, mereka sangat terbantu dalam melatih kemampuan matematika mereka. Sehingga, kami berharap media ini dapat terus membantu siswa-siswa tunanetra yang lain di sekolah yang lain.

Selanjutnya, permainan pembelajaran menggunakan macabre dilakukan secara mandiri oleh guru tunanetra dan siswa tunanetra SLB Negeri 1 Bantul.

baca juga: http://upy.ac.id/berita/ukm-jurnalistik-upy-gelar-pekan-jurnalistik2