Detail Berita Utama

PENYERAHAN SK MENTERI RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI TENTANG IZIN PEMBUKAAN PROGRAM STUDI FARMASI UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

PENYERAHAN SK MENTERI RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI TENTANG IZIN PEMBUKAAN PROGRAM STUDI FARMASI UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta, Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES, DEA, pada hari Kamis, 14 Februari 2019 menyerahkan salinan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (SK Menristekdikti) Nomor 1322/KPT/I/2018 tentang izin pembukaan Program Studi Farmasi Program Sarjana pada Universitas PGRI Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Yayasan Pembina PGRI Yogyakarta. Bertempat di Gedung Rektorat Ruang Multimedia lantai 3 Universitas PGRI Yogyakarta Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, salinan SK tersebut diterima oleh Bapak Armansyah Prasakti, S.H., S.Pn., M.H. selaku Ketua Pengurus Yayasan Pembina PGRI Yogyakarta dan didampingi oleh Dr. Ir. Paiman M.P. selaku Rektor Universitas PGRI Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta menyampaikan beberapa hal penting dalam penyerahan SK Prodi Baru, salah satunya terkait pernyataan kesanggupan karena pada saat menyerahkan kemudian akan ada tanggung jawab dari Pimpinan Perguruan Tinggi untuk kembali menyerahkan kesanggupan. Jadi pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan harus disampaikan oleh Rektor kepada LLDIKTI sebagai bukti bahwa setelah menerima SK dan harus dilaksanakan, sekaligus jika lembaga layananan mengetahui adanya program studi baru atau perubahan bentuk perguruan tinggi maka kemudian dengan mudah akan dicatatkan di BPPT.

Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES., DEA, tentunya mengingatkan untuk Perguruan Tinggi yang sudah kuat dan memiliki Doktor yang sudah banyak untuk lebih mengusulkan Program S2 lebih di utamakan daripada Program S1 yang sudah terlalu banyak bahkan dijogja sendiri hampir 400. Begitupun dengan harapan Pemerintah yang mendorong bertambahnya sekolah vokasi, apabila pihak Perguruan Tinggi ingin menambah program studi maka program Diploma dan Magister akan mendapat kemudahan dari pemerintah. Sehingga diharapkan UPY dapat menciptakan dan menghasilkan lulusan yang memenuhi kebutuhan dunia kerja saat ini.

Dalam kesempatan kali ini Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES, DEA, juga menyampaikan pentingya Prinsip Evaluasi Tugas Dosen. Dan pentingya kedisipinan, kejujuran, Obyektif dan tanggungjawab dari dosen guna mendorong tercapainya tujuan proses pembelajaran dalam meningkatkan mutu lulusan. Dosen adalah Pendidik Profesional Dan Ilmuwan dengan tugas mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tugas utama dosen adalah melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dengan beban kerja paling sedikit sepadan dengan 12 SKS dan paling banyak 16 SKS pada setiap semester sesuai kualifikasi akademik. Maka dari itu pelaksanaan tugas utama dosen ini perlu dievaluasi dan dilaporkan secara periodik sebagai bentuk akuntabilitas kinerja dosen kepada para pemangku kepentingan.

Sementara itu Rektor UPY, Dr. Ir. Paiman M.P, berharap agar seluruh dosen dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi guna meningkatkan kualitas dosen yang dimiliki. Dengan keluarnya izin pembukaan Prodi baru yaitu Farmasi, diharapkan juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan khususnya pendidikan tinggi di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Wilayah V Yogyakarta.