Detail Berita Utama

Perguruan Tinggi dalam Membangun Wilayah Tak Bisa Sendirian

Perguruan Tinggi dalam Membangun Wilayah Tak Bisa Sendirian

Peran perguruan tinggi dalam melakukan pembangunan daerah tidak bisa sendirian. Tapi harus melibatkan berbagai pihak, terutama pemerintah dan investor. Sebab ketiga pihak ini jika digabungkan, bakal menjadi suatu sinergi yang kuat dalam melaksanakan pembangunan.

Prof Dr Ir Agus Djoko Santosa SU, staf pengajar Universitas Persada Indonesia YAI, mengatakan itu pada pidato ilmiah peringatan Dies Natalis ke-56 Universitas PGRI Yogyakarta, sekaligus upacara wisuda di auditorium kampus setempat, Jalan Sitisewu, Yogyakarta, Sabtu (19/1).

Dalam kesempatan itu, Rektor Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Dr Ir Paiman MP, memwisuda 397 sarjana dengan rincian 143 laki-laki (36,0 Persen) dan 254 wanita (64 persen), terdiri dari 30 orang lulusan program Magister Pendidikan (S2) dan 367 orang lulusan program strata satu (S1).

Lebih lanjut Agus Djoko Santosa mengatakan, kesiapan utamanya perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi pada program pembangunan pemerintah, secara strategi menyusun Renstra yang sejalan dengan RPJMD daerah. Sehingga dibutuhkan kesiapan dalam Manajemen Pendidikan, memiliki visi dan misi sejalan dengan program pembangunan pemerintah.

Kesiapan secara generalis perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi bagi program pembangunan pemerintah ke depan, akan semakin nyata. Hal ini tampak betapa besarnya peran perguruan tinggi bagi pembangunan daerah, walau pun maju dan mundurnya untuk berperan bagi pembangunan tergantung kesiapan masing-masing perguruan tinggi.

Menurut dia, peluang dan kesiapan pergurun tinggi dalam pembangunan dipengaruhi oleh berbagai faktor, potensi, dan faktor kemauan internal perguruan tinggi, menjadi faktor pendorong yang cukup besar.

Memperhatikan gambaran kerja sama sinergi antara dimensi pemerintah, perguruan tinggi, dan investor, memberikan inspirasi, khususnya bagi kesiapan perguruan tinggi, agar tidak tertinggal oleh perubahan lingkungan yang dinamis, pembangunan berkelanjutan di masa depan.

Oleh karena itu, langkah untuk memasukan potensi perguruan tinggi dengan program pemerintah, menjadi dasar pemikiran yang harus dimunculkan dalam bentuk sinergitas kerja sama perguruan tinggi dengan pemerintah.

Kebijakan pemerintah dalam pembangunan yang dituangkan dalam RPJMD, lanjut Agus Djoko Santosa, memberikan stimulan bagi pihak perguruan tinggi mampu secara strategis memadukan potensi, kapasitas yang dimiliki oleh perguruan tinggi, disusun dalam Rencana Strategis lima tahunan dan disinergikan dengan RPJMD yang menjadi program pemerintah.

Oleh karena itu, langkah utama yang harus dilaksanakan institusi perguruan tinggi dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan meningkatkan kompetensi pendidikan sesuai dengan kebutuhan program pembangnan pemerintah, dalam dimensi manusia, dimensi unggulan, dan dimensi pemerataan.

https://suaramerdeka.com