
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 41 Kelompok 43 dari Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menginisiasi program peduli lingkungan di Dusun Jumblangan Barat, Kalurahan Banjarsari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Program tersebut berfokus pada pengelolaan limbah rumah tangga melalui pembuatan pupuk organik cair (POC) dari sisa bahan dapur.
Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya praktik pembuangan sisa makanan secara langsung tanpa proses pengolahan, yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta menghilangkan nilai guna limbah organik. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, mahasiswa KKN menghadirkan solusi aplikatif yang mudah diterapkan masyarakat tanpa memerlukan peralatan khusus maupun biaya besar.
Ketua Kelompok 43 menjelaskan, program ini dirancang untuk mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah berbasis rumah tangga yang berkelanjutan. “Kami ingin menghadirkan solusi sederhana namun berdampak nyata, sehingga masyarakat dapat mengolah limbah dapur menjadi sesuatu yang bernilai guna,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan sosialisasi mengenai jenis-jenis limbah organik, seperti sisa sayuran, kulit buah, dan bahan dapur lainnya yang dapat difermentasi menjadi pupuk organik cair. Warga juga mendapatkan pendampingan langsung mulai dari proses pengumpulan bahan, tahap fermentasi, hingga cara penggunaan POC pada tanaman pekarangan.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat, terutama warga yang memiliki kebun dan tanaman pekarangan. Selain membantu mengurangi volume limbah rumah tangga, penggunaan pupuk organik cair dinilai mampu meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman tanpa ketergantungan pada pupuk kimia.
Lebih dari sekadar pengelolaan sampah, kegiatan ini turut berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif. Upaya ini juga sejalan dengan penguatan pertanian ramah lingkungan berbasis rumah tangga yang mendukung ketahanan pangan lokal.

Ke depan, program pengolahan limbah rumah tangga ini diharapkan dapat berkelanjutan dengan dukungan pemerintah kalurahan serta partisipasi aktif masyarakat. Mahasiswa KKN UPY Kelompok 43 menilai, jika dikelola secara konsisten, pembuatan pupuk organik cair berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberi manfaat ekologis sekaligus ekonomis.
Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa UPY menegaskan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial. Sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa menjadi langkah konkret dalam menjawab persoalan lingkungan secara kolaboratif dan berkelanjutan.