Universitas PGRI Yogyakarta

Berita Utama

Belajar Sejarah Lebih Menyenangkan, Siswa SD Negeri Rejodadi Kunjungi Museorium UPY

Belajar sejarah tidak harus selalu dilakukan melalui buku pelajaran dan hafalan di dalam kelas. Melalui kunjungan ke museum, siswa dapat mengenal tokoh, peristiwa, dan perjalanan bangsa secara lebih n…

oleh Humas UPY

Belajar Sejarah Lebih Menyenangkan, Siswa SD Negeri Rejodadi Kunjungi Museorium UPY

Belajar sejarah tidak harus selalu dilakukan melalui buku pelajaran dan hafalan di dalam kelas. Melalui kunjungan ke museum, siswa dapat mengenal tokoh, peristiwa, dan perjalanan bangsa secara lebih nyata. Pengalaman inilah yang diperoleh siswa SD Negeri Rejodadi saat mengunjungi Museum Laboratorium Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (Museorium Sejarah UPY) pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Kunjungan ini menjadi bagian dari pembelajaran sejarah di luar kelas yang dirancang secara edukatif dan interaktif. Siswa diajak mengenal sejarah melalui beragam koleksi, diorama, serta media pembelajaran yang tersedia di Museorium Sejarah UPY. Dengan pendekatan tersebut, museum menjadi ruang belajar yang memungkinkan siswa melihat, mengamati, bertanya, dan berinteraksi langsung dengan materi sejarah.

Selama kunjungan, siswa berkesempatan mengamati berbagai koleksi dan diorama yang menggambarkan tokoh, peninggalan, serta peristiwa sejarah. Pengalaman visual ini membantu siswa menghubungkan materi yang dipelajari di sekolah dengan gambaran yang lebih konkret.

Sejarah pun tidak lagi sekadar tentang mengingat nama tokoh atau menghafal tahun kejadian. Di balik setiap koleksi dan peristiwa, terdapat cerita mengenai kehidupan manusia, perjuangan, pilihan, serta nilai-nilai yang turut membentuk perjalanan bangsa Indonesia.

Suasana belajar semakin menarik melalui permainan mengenali tokoh sejarah menggunakan tiga kata kunci. Dalam aktivitas ini, siswa diperlihatkan gambar seorang tokoh sejarah, kemudian diminta menentukan tiga kata yang dianggap paling tepat untuk menggambarkan tokoh tersebut berdasarkan pengetahuan dan hasil pengamatan mereka.

Permainan sederhana ini mengajak siswa mengingat kembali informasi sejarah yang telah dipelajari, menghubungkan berbagai fakta, serta mengungkapkan pemahaman melalui kata-kata mereka sendiri. Siswa juga mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan berpartisipasi aktif dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan.

Lebih dari sekadar permainan, kegiatan ini dirancang untuk melatih kemampuan mengamati, mengidentifikasi informasi, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan secara sederhana sesuai dengan tahap perkembangan siswa sekolah dasar.

Penggunaan gambar tokoh sebagai stimulus juga membantu mendekatkan materi sejarah kepada siswa. Mereka diajak menemukan hubungan antara seorang tokoh dengan peran, perjuangan, maupun peristiwa yang melatarbelakangi kiprahnya. Dengan demikian, pembelajaran berlangsung secara lebih aktif karena siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga terlibat dalam proses memahami sejarah.

Kunjungan SD Negeri Rejodadi menunjukkan bahwa museum dapat menjadi mitra pembelajaran yang memperkaya pengalaman siswa. Koleksi dan diorama memberikan konteks visual, sementara aktivitas interaktif membantu siswa mengolah informasi menjadi pemahaman yang lebih bermakna.

Pengalaman belajar semacam ini juga membuka ruang bagi siswa untuk mengenal nilai perjuangan dan keteladanan tokoh sejarah Indonesia. Melalui cerita di balik setiap tokoh dan peristiwa, siswa diharapkan dapat belajar mengenai keberanian, tanggung jawab, semangat persatuan, serta kontribusi individu dalam perjalanan bangsa.

Bagi Museorium Sejarah UPY, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan edukasi sejarah yang kontekstual, menarik, dan mudah dipahami oleh generasi muda. Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dan memamerkan koleksi, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun kedekatan masyarakat dengan sejarah melalui pengalaman belajar secara langsung.

Melalui kunjungan dan kegiatan interaktif tersebut, Museorium Sejarah UPY berharap siswa semakin tertarik mempelajari sejarah Indonesia serta mampu melihat relevansi nilai-nilai masa lalu dalam kehidupan masa kini.

Sebab, mengenal sejarah bukan hanya tentang mengetahui apa yang telah terjadi, melainkan juga memahami pelajaran yang dapat dibawa untuk masa depan. Dari kunjungan sederhana ke museum, tumbuh kesempatan bagi generasi muda untuk belajar menghargai perjuangan, mengenali identitas bangsa, dan menjaga ingatan sejarah agar tetap hidup lintas generasi.