Universitas PGRI Yogyakarta

Berita Utama

UPY Hadiri Forum SEA-Teacher di Filipina, Perkuat Kolaborasi Pendidikan Calon Guru ASEAN

Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) turut berpartisipasi dalam SEA-Teacher Evaluation Meeting and Seminar for Pre-Service Teacher Quality Improvement in ASEAN yang diselenggarakan pada 20–21 Oktober 202…

oleh Humas UPY

UPY Hadiri Forum SEA-Teacher di Filipina, Perkuat Kolaborasi Pendidikan Calon Guru ASEAN

Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) turut berpartisipasi dalam SEA-Teacher Evaluation Meeting and Seminar for Pre-Service Teacher Quality Improvement in ASEAN yang diselenggarakan pada 20–21 Oktober 2026 di Seda Manila Bay Hotel, Aseana City, Manila, Filipina. Kehadiran UPY diwakili oleh Taufik Muhtarom, M.Pd., Ph.D., Kepala Divisi Kerja Sama Urusan Internasional UPY, sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring kemitraan dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan calon guru di kawasan ASEAN.

Forum ini menjadi ruang evaluasi pelaksanaan program SEA-Teacher sekaligus wadah pertukaran gagasan untuk merumuskan langkah perbaikan bagi penyelenggaraan program pada tahun mendatang. Pertemuan tersebut juga diarahkan untuk membahas strategi dan kebijakan yang dapat mendukung penguatan kualitas pendidikan calon guru di tingkat regional.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri atas pengelola program SEA-Teacher dari berbagai perguruan tinggi dan pemangku kepentingan pendidikan. Para peserta berasal dari sejumlah negara, antara lain Indonesia, Kamboja, Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Laos, serta Jepang. Forum ini juga melibatkan perwakilan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) dan UNESCO.

Partisipasi UPY dalam forum internasional tersebut menjadi kesempatan untuk mengikuti perkembangan program, berbagi perspektif, serta memperkuat komunikasi dengan berbagai institusi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan calon guru.

Program SEA-Teacher membuka kesempatan bagi mahasiswa calon guru untuk memperoleh pengalaman akademik dan praktik mengajar lintas negara. Melalui interaksi dengan lingkungan pendidikan yang berbeda, peserta dapat memperluas wawasan, mengenal keragaman budaya pembelajaran, serta mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan sebagai calon pendidik.

Dalam konteks tersebut, evaluasi program menjadi langkah penting untuk memastikan pelaksanaannya terus berkembang sesuai kebutuhan. Pertemuan di Manila dimanfaatkan untuk meninjau pelaksanaan SEA-Teacher, mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperbaiki, serta merumuskan berbagai upaya pengembangan untuk periode berikutnya.

Bagi perguruan tinggi peserta, forum ini juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan program, memperkuat dukungan institusi, dan membangun pendekatan kolaboratif dalam meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa calon guru.

Melalui evaluasi yang berkelanjutan, SEA-Teacher diharapkan dapat semakin optimal dalam mendukung pengembangan kompetensi calon pendidik, baik dalam penguasaan akademik maupun kemampuan beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang beragam.

Kehadiran Taufik Muhtarom, M.Pd., Ph.D., mewakili UPY dalam forum tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam jejaring pendidikan internasional. Partisipasi ini membuka ruang bagi UPY untuk mengikuti diskusi regional, memperluas komunikasi dengan institusi mitra, serta memperoleh perspektif mengenai pengembangan program pendidikan calon guru di tingkat ASEAN.

Keterlibatan berbagai negara dan organisasi pendidikan internasional dalam forum ini juga memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas calon guru memerlukan sinergi lintas institusi. Pertukaran pengalaman dan gagasan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kerja sama yang relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi dan perkembangan dunia pendidikan.

Bagi UPY, penguatan kerja sama internasional merupakan bagian dari upaya memperluas kesempatan pembelajaran dan pengembangan akademik. Jejaring yang terbangun diharapkan dapat mendukung pertukaran pengetahuan, pengembangan program bersama, serta peningkatan kualitas pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan masa depan.

Selain mengevaluasi pelaksanaan SEA-Teacher, forum ini menjadi ruang untuk membahas arah penguatan pendidikan calon guru di kawasan ASEAN. Kehadiran perwakilan SEAMEO dan UNESCO turut memperluas dialog mengenai pentingnya kolaborasi dalam pengembangan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Guru masa depan dituntut tidak hanya memiliki penguasaan materi pembelajaran, tetapi juga kemampuan beradaptasi, memahami keberagaman, serta menerapkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pengalaman internasional menjadi salah satu sarana untuk memperkaya perspektif calon pendidik dalam menghadapi tantangan tersebut.

Penyelenggaraan pertemuan pada 20–21 Oktober 2026 ini berlangsung dengan sukses dan melibatkan lebih dari 200 peserta dari negara-negara ASEAN, Jepang, serta perwakilan UNESCO. Hasil evaluasi dan pertukaran gagasan dalam forum tersebut diharapkan menjadi landasan bagi penyempurnaan program SEA-Teacher pada tahun mendatang.

Melalui partisipasi dalam forum internasional ini, UPY terus mengambil bagian dalam penguatan jejaring pendidikan dan kolaborasi lintas negara. Sinergi yang berkelanjutan diharapkan mampu membuka lebih banyak ruang bagi pengembangan kompetensi calon guru, memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di kawasan ASEAN.