Dekan FBH UPY Hadiri Kongres I AFEBSI, Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi Swasta
Dekan Fakultas Bisnis dan Hukum (FBH) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Dr. Tri Siwi Nugrahani, M.Si., Ak., CA., menghadiri Kongres I Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) yan…
oleh Humas UPY

Dekan Fakultas Bisnis dan Hukum (FBH) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Dr. Tri Siwi Nugrahani, M.Si., Ak., CA., menghadiri Kongres I Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Jakarta. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik dan memperkuat kolaborasi ant perguruan tinggi swasta (PTS) dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Kongres I AFEBSI dibuka secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa (13/10/2026). Mengusung tema “Penguatan Kolaborasi Nasional AFEBSI Menuju Indonesia Emas 2045 dan Daya Saing Global Berkelanjutan”, kegiatan ini dihadiri sekitar 200 peserta yang terdiri atas perwakilan institusi anggota, anggota perorangan, serta jajaran pengurus pusat dan daerah AFEBSI dari berbagai wilayah Indonesia.
Partisipasi Dekan FBH UPY dalam forum nasional ini menjadi kesempatan untuk mengikuti perkembangan arah kebijakan dan kolaborasi pendidikan tinggi, khususnya di bidang ekonomi dan bisnis. Forum tersebut juga menjadi ruang bertukar gagasan mengenai penguatan kelembagaan, peningkatan mutu akademik, serta pengembangan kerja sama yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
AFEBSI merupakan wadah yang menghimpun para dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dari perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia. Hingga pelaksanaan kongres, organisasi ini memiliki 1.008 anggota perorangan dan 143 institusi. Jaringan tersebut menjadi modal untuk memperluas kemitraan dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi swasta secara berkelanjutan.
Melalui semangat kolaborasi, AFEBSI berfokus pada penguatan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antarkampus diharapkan mampu mendorong pertukaran pengetahuan, memperluas kesempatan kerja sama, serta menghasilkan kontribusi akademik yang berdampak bagi pembangunan nasional.
Dalam sambutan pembukaan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda.
“Pendidikan merupakan instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan dan memperluas kesempatan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Pramono.
Ia juga menyampaikan gagasan pengembangan program beasiswa di Jakarta dengan mengadopsi semangat Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas. Menurutnya, pendidikan bukan hanya sarana meningkatkan pengetahuan, melainkan juga fondasi bagi mobilitas sosial, penguatan kompetensi, dan terbukanya peluang memperoleh pekerjaan yang layak.
Tantangan tersebut menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja dan dinamika perekonomian. Oleh karena itu, pengembangan pendidikan tinggi perlu disertai peningkatan relevansi pembelajaran, penguatan kompetensi lulusan, serta kemitraan yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) AFEBSI, Achmad Rozi, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta dan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dukungan terhadap penyelenggaraan kongres.
AFEBSI berharap dukungan tersebut dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Organisasi ini juga berkomitmen membantu anggotanya membangun jejaring dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri serta dunia usaha.
Sementara itu, Ketua Panitia Kongres I AFEBSI, Arif Murti Rozamuri, menekankan pentingnya kontribusi fakultas ekonomi dan bisnis serta STIE dalam mendukung pembangunan nasional dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs).
Menurut Arif, kapasitas akademik dan penelitian perguruan tinggi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mengembangkan kewirausahaan, meningkatkan literasi keuangan, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong praktik bisnis berkelanjutan.
Gagasan tersebut sejalan dengan pentingnya membangun hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Melalui kerja sama lintas sektor, perguruan tinggi diharapkan mampu memperluas manfaat ilmu pengetahuan sekaligus berkontribusi dalam menjawab tantangan pembangunan.
Dalam rangkaian kongres, Achmad Rozi kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPN AFEBSI periode 2026–2031. Kepemimpinan tersebut diharapkan dapat melanjutkan pengembangan organisasi, menjaga kesinambungan program, dan memperkuat kolaborasi di antara institusi anggota.
Ketua DPD AFEBSI Yogyakarta, Johan Arifin, menilai keberlanjutan kepemimpinan penting untuk mendukung pengembangan organisasi pada masa mendatang. Delegasi Yogyakarta yang mengikuti kongres antara lain Johan Arifin, Edy Suandi Hamid, Hasim As’ari, Jumadi, Tri Siwi Nugrahani, Wisnu Prajoga, Audita Nuvriasari, Nur Widiastuti, Lilik Ambarwati, Handoko Arwi Hasthoro, dan Y. Sri Susilo.
Sekretaris DPD AFEBSI Yogyakarta, Y. Sri Susilo, menjelaskan bahwa agenda hari kedua dan ketiga kongres mencakup kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta penguatan kapasitas anggota. Rangkaian tersebut diharapkan memperluas kontribusi AFEBSI dalam pengembangan pendidikan tinggi dan pembangunan.
Bagi UPY, partisipasi dalam forum akademik nasional seperti Kongres I AFEBSI menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, membangun jejaring, dan membuka peluang kolaborasi yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Melalui sinergi antarinstitusi, perguruan tinggi swasta diharapkan terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang adaptif, berkualitas, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat serta memiliki daya saing di tingkat global.
